…berdegup kencang sisi sebelah kiri tubuh ini.
nafas terasa tersumbat, tercekat di sela-sela trakea.
kala itu kala pertama kemurnian wajah merambat masuk menuju otak melalui kedua belah mata.
kala itu hampir tiga tahun yang lalu.
…menamakan dirinya sebagai bintang, bintang terang yang memancar di sisi timur langit malam tak berawan.
bintang penuh pesona bahkan melebihi pesona purnama sekalipun.
bintang penerang, penghias angkasa yang sejak senja semburatnya sudah terasa.
nyaman, terasa nyaman ketika melihat.
indah, terasa indah kala memandang.
kunamakan bidadari, dewi yang hadir di setiap mimpi.
pengobat resah, gundah di hati ketika keterpurukan melanda.
ketika hidup bagai sedang berada pada posisi terbawah roda yang berputar.
…terkadang berhenti…
bersamanya seperti mimpi, mimpi di malam hari yang jikalau engkau mengalaminya berharap tidak akan pernah ada pagi. berharap engkau tidak terjaga selamanya.
dengan dirinya hanya akan satu permintaan yang terlintas.
…waktu berhentilah!
wahai langit… mengapa engkau meletakkan matahari sekian ratus juta cahaya jauhnya dari bintang.
bahkan engkau menganggap mereka berbeda dengan meletakkan bintang di gelapnya malam dan matahari di siang hari.
lupakah engkau bahwa matahari adalah bintang dan bahwa bintang adalah matahari bagi tata suryanya sendiri.
matahari mengharap komedi, mengharap kisah mereka berakhir bahagia laksana akhir cerita kisah sang penggembala beralih profesi menjadi ahli kimia.
berharap cerita mereka diperpanjang laksana sinetron-sinetron indonesia yang sungguh jalan cerita bukan lagi menjadi inti.
…asalkan bisa terus bersama…
^untuk nyonya tercinta^
Categories:

