seketika rasa lelah sirna, letih perjalanan panjang hilang kala kulihat senyum merekah dari bibir mungil manismu. rasa senangku membuncah, mengalir ke sekujur tubuh layaknya cairan pelepas dahaga yang diminum di tengah gurun.
…sensasinya luar biasa
ketika engkau dengan sepeda motor kesayangan mengawali pertemuan kita di kota budaya, kota penuh kenangan dimana cita-cita dan angan aku tancapkan.
bersama membelah malam,
bahkan dinginnya udara tak mampu mengalahkan hangatnya cintamu
ditemani cahaya bintang di angkasa
bintangmu, bintang benderang yang paling terang cahayanya
di tengah temaram lampu pijar
di antara teh dan kopi yang kau pesan
kedai poci jadi saksi
pertemuan dua manusia melepas kerinduan
ah, aku bahagia
seakan jarum jam bergerak sangat cepat
waktu seolah-olah tak bersahabat
saat itu terasa sangat singkat
dan gelap malam pun semakin pekat
kau harus pulang….
Categories:

