Kutemukan engkau sang bidadari pemuja mentari. Di sudut desa nan tentram, di sela-sela kicau burung dan alunan tembang jawa paling tenar pada masa itu. Ya, itu dahulu. Awal dari cerita cinta dua insan Tuhan yang dipertemukan seolah-olah tanpa sengaja, memang aneh terasa bagaimana Pemilik Hidup mengendalikan alam semesta. Takdir…
Jauh sebelum itu, pada hari ini. Tepat hari ini seperempat abad yang lalu. Enam September Seribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Tiga, kau hadir. Membayangkan dunia seakan tersenyum melihatmu. Tangis haru orang tuamu, betapa bahagianya mereka berdua menerimamu.
Pagi ini, hm… Jikalau boleh kuanggap pagi. Saat matahari menyapamu, dan mengharap kau balas sapaan itu dengan senyuman. Berikanlah senyuman seindah pelangi di pagi hari saat rintik hujan datang, ketika setiap insan terpesona memandang.
Pintaku tak banyak. Terangilah malam, hiaslah langit dan bersinarlah lebih terang. Kuyakin pasti tiap harapan dan cita-cita yang kau impikan dapat terwujudkan. Kejarlah bunga tulip sampai ke asalnya, pijakkanlah kaki mungilmu di bendungan laut raksasa, dan pastikan setiap bayi Indonesia dapat menikmati racikan buah karyamu.
Aku sangat mencintaimu
Dan satu lagi…
Selamat ulang tahun
Categories:

