Posted by: kishandono | 9th Nov, 2008

hotspot, wifi dan penyedia antenanya

Free hotspot, sekarang di mana-mana banyak free hotspot. Kalo kita mau tanya ke paman google tentu banyak blog/website yang menuliskan list tempat-tempat yang menyediakan layanan free hotspot di kota-kota besar seperti jakarta dan surabaya. Semenjak frekuensi 2.4GHz dibuka untuk umum, makin banyak dan menjamur saja layanan hotspot di Indonesia, baik yang gratis maupun yang berlangganan. Dari mulai cafe-cafe sampai tempat publik ramai didatangi para pencari hotspot (gratis). Bahkan jakarta sebagai ibukota negara berencana untuk menjadi kota cyber, dimulai dengan dipasangnya fasilitas wifi di beberapa tempat.

Bicara tentang hotspot, tentu tidak bisa dipisahkan dengan wifi, mereka berdua adalah sahabat karib, saling terkait. Hotspot adalah lokasinya sedangkan wifi adalah sarananya. Mekanik seperti saya kurang begitu paham dengan wifi dan segala pengertiannya, yang saya tahu di pabrik ada beberapa jaringan informasi menggunakan fasilitas ini, walau tidak sambung internet. Untuk mempermudah instalasi, selain mengurangi kabel yang bersliweran dan menghemat biaya kabel tentu saja. Ditambah dengan lokasi yang terkadang sulit dijangkau jika dengan menggunakan kabel. Beberapa diatas adalah keuntungan dari penggunaan wifi yang saya ketahui, soal transfer data saya kurang begitu paham.

Tidak banyak penyedia antena wifi di indonesia, tidak sebanyak warung kopi di kota gresik atau angkringan di jogjakarta. Apalagi buatan asli dalam negeri. Ya, dalam negeri, Indonesia bisa membuat. Oleh sebab itu, banggalah menjadi bangsa Indonesia. Soal kualitas, saya sendiri tidak tahu, tapi melihat kepercayaan dari para pelanggannya yang nota bene ada perusahaan besar macam Semen Gresik tentu saja tidak bisa dianggap “cuma main-main”

Kembali ke hotspot, untuk memancarkan signal frekuensi 2.4GHz dibutuhkan semacam antena omni, jangkauannya bisa bermacam-macam, kualitasnya pun bermacam-macam. Lagi-lagi tergatung penyedia layanan internetnya. Di Gresik saja misalnya, layanan free hotspot di Gresik salah satunya ada di alun-alun dengan menggunakan fasilitas dari pemkab. Cakupan hotspot ini saya rasa cukup jauh, berbeda dengan hotspot yang berada di rumah makan larisa. Yang hanya terbatas beberapa meter (waktu saya ke sana off lagi). Tentu saja keduanya memiliki antena pemancar yang berbeda, untuk detailnya terus terang saya kurang begitu paham.

Bagaimana dengan penerimanya? Kualitasnya pun bisa berbeda-beda, lagi-lagi tergantung perangkat yang digunakan. Agar bisa lebih jauh jangkauannya tentu saja digunakan alat untuk nembak hotspot. Legal kah? ya legal, lawong dibuka untuk umum kok. Caranya? lagi-lagi tanya saja ke paman google, di oprekPC ada yang menjelaskannya. Memang tidak mudah untuk nembak hotspot. harus tau ini, harus tau itu. pake alat ini, alat itu. ditambah ini, ditambah itu. Tapi banyak orang yang doyan utak-atik PC buat alat untuk ini. semakin jauh, semakin puas.

Di era teknologi informasi sekarang ini memang saangat dibutuhkan penyampaian informasi yang mudah, cepat dan akurat. Beberapa tahun kedepan semoga saja akan makin banyak hotspot-hotspot gratis di segala penjuru tanah air, kita doakan saja. Dan semakin jauh dalam hal jangkauannya. Asal tahu aja, jangkauan wifi terjauh mencapai 382km, hasil penemuan dari ilmuwan swedia. Hampir menyamai jarak Jakarta-Semarang. Inilah hebatnya manusia, ciptaan Yang Kuasa.

Responses

Ada lagi yang lebih canggih ketimbang Wi-Fi, yaitu Wi-Max. Daya jangkaunya lebih jauh pula.. Yang sampe beratus kilometer itu saya kira wi-max deh..

saya tahunya cuma nyari hotspot gratisan aja….

klo banyak hotspot gratisan, bakalan bangkrut donk warnet

huaaaaaaaaaa..kostku juga ada.kekkeke

teknologi udah semakin maju ya…. :D

berharapan Wimax cepet ada di bandung, hehe :D

@enggink
hehehe justru bagus toh banyak wifi ?!? ga usah khawatir warnet bangkrut, selama laptop belum seharga 500rb-an, masih banykkk orang yang perlu warnet :)

tap caranya gimana biar dapat pake hotspot

Leave a response

Your response:

Categories