Posted by: kishandono | 5th Jan, 2009

Pemeliharaan Gas Turbine Generator

Bagi yang belum mengetahui gas turbine itu apa, mungkin bisa tanya langsung ke wikipedia di sini. Lengkap disediakan di sana dari mulai cara kerja, fungsinya apa, bentuknya seperti apa, sampai kurva-kurva yang mendukungnya. Pada kesempatan kali ini sedikit saya jabarkan tentang masalah pemeliharaannya. Saya tuliskan setahu saya, mungkin tidak lengkap, bahkan mungkin saja ada kesalahan. Dan apabila memang itu terjadi saya mohon koreksinya.

Di pabrik tempat saya bekerja, gas turbine digunakan untuk memutar generator, yang pada akhirnya menghasilkan listrik. Atau istilahnya sebagai pembangkit listrik. Disebutkan kapasitas total mencapai 32MW tapi hanya digunakan maksimal 28MW. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang umur gas turbine itu sendiri. Digunakan dua macam bahan bakar, bisa gas, bisa juga solar. Hal ini dikarenakan pasokan gas ke pabrik kami terkadang terhambat, dan apabila hal itu terjadi maka dengan sangat terpaksa kamipun harus menggantinya ke solar. Dengan konsekwensi menurunnya usia gas turbin, semakin sering gonta-ganti bahan bakar, semakin cepat rusak. Mungkin seperti itu analoginya. Karena kemungkinan crack terjadi semakin besar.

Pola pemeliharaan menggunakan time base, berdasarkan waktu , run hours. Sampai November 2008 tercatat hampir 130000 run hours, dan gas turbin tersebut sudah melalui 8 kali Combustion Inspection (CI), 2 kali Hot Gas Path Inspection (HGPI), dan 2 kali Major Inspection (MI) jika digabungkan dengan yang NOvember kemarin.

Lalu apa beda CI, HGPI dan MI? Mudahnya seperti ini: CI hanya membuka dan meng-inspect combustion part dari turbine. HGPI selain memeriksa combustion part juga membuka cover turbine, jadi bucket dan nozzle turbine bisa dilihat di sini. Nozzle juga bisa di ganti pada saat ini. Bagaimana dengan MI? MI, Major Inspection berarti pemeriksaan total, semua di buka, bahkan rotor diangkat. Compressor pun terbuka, jadi bisa dilihat kelainan-kelainan yang terjadi pada seluruh bagian gas turbin dari inlet sampai exhaust. Dari compressor sampai turbine, penggantian bearing pun dilakukan pada saat ini. Diperiksa semuanya, baik crack, ke-aus-an, limit clearance, alignment-nya sampai rubbing akibat gesekan.

Lalu kapan dilakukan CI? kapan HGPI dan kapan MI? Biasanya pabrikan gas turbine menentukan waktu diadakannya inspect tersebut. Secara umum pola yang terjadi adalah CI-CI-HGPI-CI-CI-MI-CI-CI-HGPI-CI-CI-MI-… demikian seterusnya. Tapi tidak menutup kemungkinan jika terjadi suatu kelainan tindakan-tindakan khusus diadakan.

Itu sekilas dari pemeliharaan gas turbin, benar-benar sekilas. Mohon maaf jika ada kekeliruan, maklum masih hijau…

Responses

dulu aku 5 bulan di balongan.tiap hari ngelus2 Gas turbine Centaour..
.
.
.
.
.
.dulu apal banget nama2 turbine..
.
.
.
sekarang bnr2 lupa…hehhe

langkah awal yang bagus boss:)
tanya dong analisa tentang terjadinya crack pada sudu tetap turbin gas? aq ada kasus neh

bos, beban pada GTG pengaruhin putaran turbine g’?
bisa ngasi referensi cara kerjax juga g’.
please, thanks.

@indra, beban pada GTG ga mempengaruhi putaran turbin. cara kerja cari di wikipedia dah lengkap kok. linknya ada di atas “di sini”

@gancis, cari bareng2 yuk gan…

mau nanya Pak, klo pemeliharaan pada bagian generatornya spt apa? sya lg skripsi ni, ngambil masalah pemeliharaan generator. apa yang dilakukan thd generator wktu CI HGPI dan MI? thx

kalo generatornya bagian listrik mas, saya tahunya cuma kalo MI tuh rotor diangkat, sama memperbaiki statornya. tapi detailnya saya kurang paham.

[...] seputaran gas turbin, dan sekitar pemeliharaannya. Jika di tulisan sebelumnya sudah dijelaskan bagaimana pola pemeliharaan gas turbin, maka pada kesempatan kali ini sedikit saya [...]

Di tempat saya bekerja saat ini sedang ada masal pada Gas Turbine merk AEG KANIS. Permasalahannya begini, pada saat start awal, starting engine sudah melakukan tugasnya dengan baik (normal speed 2100 rpm) namun Gas Turbine tidak bisa melakukan pembakaran sehingga system memerintahkan stop dengan insdiksdi kegagalan pembakaran didalam cobustion chamber (Fail to Flame), yang mau saya tanyakan apa penyebabnya sampai terjadi sperti ini dan kira-kira part apa saja yang harus diperbaiki ?

Pak Sumarna sedikit saran mungkin berkenan ,
Fail to fire dari gas turbine itu ada beberapa masalah, bisa sparkplugnya, Flame detectornya rusak atau pengaturan gas masuk tidak sesuai. untuk itu harus dilakukan pengamatan data sewaktu proses start up.
Jadi tidak bisa langsung mengambil keputusan mana yang bermasalah sebelum ada data dan kira-kira control apa yang dipakai pada unit turbine itu.

Pak.Sumarna selain yg dikoment pak Ponaji adalah benar,dipabrik saya juga ada Gas Turbin Gen.Speedtronik mark IV made France skrg umurnya sdh 16 Tahun kapasitas 33 MW.sy pnya pengalaman dengan itu dan yang dilakukan adalah :
- Check Fuel nozzle apakah tersumbat dgn kotoran,
- Check Spark/busi berfungsi baik atau tidak.
- Function test all the solenoid valves for fuel and Atomizing
- Function test for Link comunicator RST

smoga bermanfaat.

Thank’s banget Pak Kis catatanya, kalau boleh tau ada ga yang membahas masalah system controlnya, khususnya untuk GTG Mark IV.

cuman mo menambahkan aja…CI parts inspection biasanya meliputi fuel nozzle, Transition base, liner, cross fire, tanpa mengangkat roof……HGPI parts inspection meliputi part2 di atas + all stage turbine, bucket, and nozzle dengan membuka cover turbine…MI parts inspection meliputi, semua part, including generator, bahkan electric motor (optional)

pak ponaji masih ingat nggak sama aku, mau nanyak sedikit kalo wheelspace temperature high ( TT-WS 3FO1&2 )pada gas turbine frame 6 kira2 apa ya penyebabnya
trims
naryo

Leave a response

Your response:

anjing

Categories