Masih seputaran gas turbin, dan sekitar pemeliharaannya. Jika di tulisan sebelumnya sudah dijelaskan bagaimana pola pemeliharaan gas turbin, maka pada kesempatan kali ini sedikit saya jabarkan tentang penggantian part dari turbin baik bucket maupun nozzle-nya. Pada dasarnya umur bucket maupun nozzle ditentukan oleh berapa banyak dia mengalami HGPI, dan HGPI dilakukan setelah turbin mengalami 24000 jam kerja (MS6001B).
Produsen turbin biasanya menyarankan kapan bucket atau nozzle tersebut harus diganti, perlukah diganti semua, atau hanya cukup diperbaiki. Tapi secara teori suatu bucket (dan ini juga berlaku pada nozzle) harus diperbaiki setelah 1x HGPI yang berarti sekitar 24000 jam kerja, dan harus diganti setelah mengalami 3x HGPI atau 72000 jam kerja. Ini bersifat flexible, dan asumsi bahwa turbin hanya beroperasi pada beban standar (base load) dengan menggunakan bahan bakar gas.
Kenyataan di lapangan kadang berbeda dengan teori yang ada, beban yang berubah-ubah, bahan bakar yang tidak melulu menggunakan gas, atau pengoperasian di bawah 100% dapat mempengaruhi umur dari turbin tersebut. Bisa memperpanjang, atau malah bisa memperpendeknya. Maka dariitu diperlukan borescope test pada saat CI, untuk meyakinkan kondisi dari bucket maupun nozzle yang sebenarnya.
Perlu diperhatikan bahwa penggantian nozzle bisa dilakukan pada saat HGPI, sedangkan penggantian bucket akan lebih mudah jika dilakukan pada saat MI, karena agak sulit dilakukan jika tanpa mengangkat rotor. Kecuali menggunakan peralatan khusus yang bisa mempermudah penggantian bucket tanpa harus mengangkat rotor.
Sekali lagi, ini semata-mata hanya hal yang saya ketahui. Mohon maaf jika banyak kesalahan dan sangat jauh dari sempurna.
Categories:

