Tentu tidak asing kata “vibrasi” bagiĀ seorang mahasiswa Teknik Mesin, atau bagi yang sudah lulus. Mata kuliah ini kerap menjadi momok menakutkan karena memang sulit dimengerti, sangat sulit bahkan. Tapi pada penerapannya di lapangan tidaklah sesulit teori yang diajarkan, karena tersedianya alat yang membantu seorang engineer menganalisa kerusakan mesin dari getarannya.
Getaran atau vibrasi sangat erat hubungannya dengan rotating equipment, Karena tak dapat dipungkiri sebuah alat yang berputar tentu akan menghasilkan getaran walaupun terkadang tidak dapat kita deteksi secara visual. Oleh karena itulah diperlukan peralatan untuk membaca besaran vibrasi yang ditimbulkan.
Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia kita dapat mengetahui definisi getaran adalah “goyangan cepat dan berulang-ulang.” Secara logika suatu benda yang mengalami gerakan berulang-ulang akan mengalami kelelahan (fatigue) dan semakin besar gaya (force) yang terjadi (dalam hal ini getarannya semakin kuat) maka semakin cepat pula benda tersebut akan rusak.
Banyak hal yang menyebabkan suatu equipment mengalami vibrasi, antara lain adalah karena unbalance, misalignment, kerusakan pada bantalan, shaft bengkok, rubbing, dan masih banyak lagi. Semua indikasi penyebab getaran tersebut dapat terbaca dari alat pengukur vibrasi (dalam hal ini dinamakan spektrum) dengan bentuk yang berbeda-beda tergantung penyebabnya. Dari sana seorang engineer menganalisa penyebab kerusakan dan memberikan rekomendasi yang sesuai sehingga peralatan tidak semakin mengalami kerusakan.
Pingback: money making
Pingback: Post an add
Pingback: Causes Of Heartburn
Pingback: Japanese Calligraphy
Pingback: Iron Deficiency
Pingback: Acheter carte r4
Pingback: Subliminal Messages
Pingback: Iron Deficiency Anemia Symptoms
Pingback: Asian Tiger Mosquito
Pingback: PLR eBooks
Pingback: motorcycle eyewear